Dosen FST Lulus Seleksi

Selamat untuk beberapa dosen yaitu:

Dosen Kimia FST berhasil masuk dalam Program Sandwich PROSALE Diktis ke Swedia dan Bu Nurhidayah yang lolos dalam Program Postdoctoral ke Melbourne Australia

informasi tersebut dapat diakses di web dikti:

http://diktis.kemenag.go.id/file/dokumen/62138052206710383.pdf

 

Program Sandwich-S3 Luar Negeri (PROSALE) merupakan program pendidikan pascasarjana yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Perguruan Tinggi/Lembaga Riset Luar Negeri, dengan karakteristik penyelenggaraan sebagai berikut:

1. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa pascasarjana yang masih aktif menempuh jenjang S3 di dalam negeri, diutamakan peserta program Beasiswa Studi (BS) dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI dan/atau peserta program beasiswa BPPS Dikti Kemdikbud RI;
2. Mahasiswa terdaftar pada salah satu Sekolah/Program Pascasarjana penyelenggara BS Diktis Kemang RI dan/atau BPPS Dikti Kemdikbud RI;
3. Waktu pelaksanaan program ini berlangsung antara 1 sampai 4 bulan; 4. Kegiatan pendidikan di Perguruan Tinggi/Institusi Riset Luar Negeri yang
dimaksud, antara lain dapat berupa:

a. Melakukan kerja lapangan; b. Melakukan analisis laboratorium dan data; c. Melakukan penelitian, baik di lapangan maupun di laboratorium; d. Melakukan studi kepustakaan untuk peningkatan kualitas referensi yang
mendukung penyelesiaan disertasi; e. Mengikuti perkuliahan (sit-in) yang dapat diakreditasi; f. Mengembangkan metodologi penelitian sesuai dengan perkembangan terkini; g. Melakukan penulisan paper/artikel dengan mitra di luar negeri untuk tujuan
publikasi nasional maupun internasional; h. Menyelesaikan penulisan tugas akhir atau disertasi.

5. Dalam hal berkegiatan seperti yang dimaksud pada butir (4) wajib mendasarkan pada pola pembiayaan yang diberlakukan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI;
6. Peserta Program Sandwich-S3 Luar Negeri (PROSALE) tidak wajib memperoleh ijazah atau sertifikat dari Perguruan Tinggi/Institusi Riset Luar Negeri. Ijazah S3 tetap diterbitkan oleh Perguruan Tinggi dalam negeri tempat yang bersangkutan melakukan program pascasarjananya. Kendati demikian diupayakan peserta PROSALE mendapatkan semacam sertifikat dari Perguruan Tinggi/Lembaga Riset luar negeri yang dituju;
7. Peserta PROSALE dapat menjadi bentuk implementasi peningkatan SDM yang sudah dicanangkan dalam rencana stratejik perguruan tinggi tempatnya bertugas tanpa mengorbankan upaya untuk mengakselerasi penyelesaian studi S3-nya.

 

Postdoctoral Fellowship Program For Islamic Higher Education (POSFI)
merupakan program pengiriman profesor/dosen peneliti senior bergelar doktor ke perguruan tinggi/lembaga research luar negeri dengan durasi 2 – 4 bulan.
Program ini dikelompokkan menjadi 2 (dua) kategori yaitu: 1. POSFI-A diperuntukkan bagi Profesor yang akan melakukan penyegaran
keilmuan sekaligus penyebaran ide/gagasan keilmuan kepada perguruan tinggi/lembaga research mitra di luar negeri.
2. POSFI-B diperuntukkan bagi Dosen Senior bergelar Doktor yang ingin memperdalam keahliannya atau mengembangkan penelitiannya melalui kerjasama penelitian dengan mitra luar negeri.
Adapun karakteristik khusus dari masing-masing kategori peserta

Postdoctoral Fellowship Program For Islamic Higher Education (POSFI) di luar negeri adalah sebagai berikut:
1. Peserta POSFI–A
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di luar negeri, antara lain: a. Penulisan buku referensi dengan bahan mutakhir; b. Menjadi guest researcher untuk melakukan penelitian bersama (joint
research) dengan Profesor di perguruan tinggi/lembaga research mitra luar negeri;
c. Guest lecturer dalam bidang Kajian Islam Nusantara atau studi humaniora.

2. Peserta POSFI–B
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di luar negeri, antara lain: a. Penulisan makalah ilmiah mandiri untuk publikasi internasional.

b. Menjadi guest researcher untuk melakukan penelitian bersama (joint research) dengan Profesor di perguruan tinggi/lembaga research mitra luar negeri;
c. Guest lecturer dalam bidang Kajian Islam Nusantara atau studi humaniora.