Suasana Pesta Demokrasi Tahunan di FST

FST-UIN Jakarta. Fakultas Sais dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berpesta demokrasi. Pemilihan Umum Raya (Pemira) sebagai upaya menentukan Presiden DEMA dan SEMA telah sukses digelar pada Kamis (28/3) lalu. Nur Ikhsan dan Dimas Istanto, memperoleh suara terbanyak dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) mahasiswa FST.

Pemira FST dimulai pukul 08.00 WIB dan bertempat di koridor lt.1 gedung FST. Sebelum memulai pemungutan suara, KPU, Panwaslu, dan Saksi-saksi bersama-sama menghitung DPT, surat suara, bilik suara, dan kotak suara yang akan dipakai pada saat pemungutan suara. Jumlah DPT yang dimiliki KPU sebanyak 1576 orang, jumlah surat suara yang ada 3152 lembar, bilik yang dipakai pada saat pemungutan berjumlah 4 bilik, dan 2 buah kotak suara untuk surat suara DEMA dan SEMA.

Wakil Dekan (WADEK) 3 bidang Kemahasiswaan, Achmad Tjahja, membuka secara resmi pemungutan suara pukul 08.45 WIB. Dalam pidato pembukaannya, ia mengharapkan rangkaian acara pemira dapat berjalan dengan tertib dan kondusif. Seusai dibuka secara resmi, KPU FST bekerjasama dengan Panwaslu segera membuka antrian pendaftaran pemilih untuk pemungutan suara.

Pada pelaksanaan pemungutan suara, Wakil Rektor (WAREK) 3 bidang Kemahasiswaan, Sudarnoto Abdul Hakim, datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyaksikan langsung suasana pesta demokrasi mahasiswa di FST, dan di beberapa tempat lainnya. Selain itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, ikut blusukan ke Fakultas-fakultas dalam rangka melihat, mengawasi, dan menyemangati pelaksana pemilihan umum raya ini. Rektor datang ke TPS FST pukul 14.00 WIB.

Pemungutan suara selesai pukul 15.30 WIB, dan dilanjutkan dengan penghitungan suara setelah break sholat Ashar. Penghitungan suara untuk DEMA selesai pukul 19.30 WIB, dan total pemilih yang menggunakan hak pilihnya berjumlah 908 orang DPT. Penghitungan surat suara tersebut menghasilkan 254 suara untuk Velan, 421 suara untuk Nur Ikhsan, dan 196 suara untuk Hadi Kusumo. Sedangkan 37 sisanya dari total 908 surat suara dinyatakan tidak sah atau abstain.

Setelah pelaksanaan penghitungan suara DEMA, KPU langsung melanjutkannya dengan penghitungan suara SEMA. Penghitungan tersebut menghasilkan 254 suara untuk Ariq Cahya, 464 suara untuk Dimas Istanto, dan 156 suara untuk Desri Akbari. Sementara 34 sisanya dari total 908 suara dinyatakan tidak sah atau abstain. Penghitungan suara SEMA berakhir pukul 23.30 WIB.

Berdasarkan ketentuan pemira bahwasanya Calon Ketua DEMA dan SEMA dinyatakan menang pada pemira berdasarkan jumlah suara terbanyak dari total DPT yang menggunakan hak pilihnya, maka setelah ada penghitungan suara, dinyatakanlah secara de jure Nur Ikhsan sebagai Ketua DEMA FST terpilih, dan Dimas Istanto sebagai Ketua SEMA terpilih.

Salah satu pemilih yang menggunakan hak pilihnya, Nurqur’ani Cahyaning, mengatakan, pelaksanaan Pemira FST 2013 sudah cukup tertib dan kondusif, namun, ia juga merasa kecewa karena tidak mengenal kandidat yang ada di surat suara. “Sebenernya saya nggak tau siapa mereka itu (kandidat calon ketua DEMA dan SEMA), soalnya sosialisasinya kurang,” paparnya (Senin, 1/4). Ia mengatakan, seharusnya KPU bisa lebih greget lagi dalam melakukan sosialisasi calon Ketua DEMA dan SEMA sebelum PEMIRA.

Menanggapi hal tersebut, Humas KPU FST, Ai Siti Nurhayati, mengatakan, KPU sudah mensosialisasikan calon-calon ketua semaksimal mungkin. Ia menambahkan, KPU sudah membuat banner besar yang terpampang di gedung FST. Selain itu, adanya agenda Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja pada Selasa (26/3) juga dalam rangka mensosialisasikan kandidat ketua DEMA dan SEMA FST. “Mungkin diantara teman-teman mahasiswa ini yang kurang kritis dan sedikit apatis untuk lembaga kemahasiswaan ini,” ujarnya (Senin, 1/4).