Workshop Kurikulum Prodi TI KKNI 2015

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, kemajuan jaman dan kebijakan baru dari pemerintah maka kurikulumpun perlu dilakukan penyelarasan guna mensinkronkan dengan perubahan yang ada. Implikasi nyata dari adanya perubahan kebijakan berdampak pada pola perubahan kurikulum dan bahkan penyesuaian materi ajar (content) yang akan disampiakan.

Dalam menyongsong pengembangan kurikulum dalam suatu pendidikan tinggi maka perlu dilakukan langkah-langkah baik dari internal prodi maupun dari eksternal seperti dekanat atau fakultas bahkan universitas.

Dalam Pengembangan kurikulum Pendidikan Tinggi berbasis kompetensi yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 yaitu kerangka penjejangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan serta program peningkatan SDM secara nasional.

KKNI terdiri atas 9 jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifikasi 1 sebagai kualifikasi terendah dan kualifikasi 9 sebagai kualifikasi tertinggi. Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja. Untuk lulusan program studi S-1 harus mencapai KKNI level 6.

Dalam perspektif KKNI, setiap program studi diharuskan memperjelas “profil lulusan” yang diharapkan melalui kegiatan pelacakan studi, studi kelayakan dan analisis kebutuhan di masyarakat. Profil lulusan mencerminkan kemampuan minimal yang harus dikuasai mahasiswa setelah lulus yang merujuk pada empat aspek kebutuhan (1) sikap (attitude), (2) bidang kemampuan kerja, (3) pengetahuan, dan (4) manajerial dan tanggung jawab. Keempat kemammpuan kemudian harus dijabarkan ke dalam sebuah capaian pembelajaran (learning outcome) pada setiap mata kuliah di program studi. Sehingga nantinya, semua perencanaan pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Semester (RPS) harus didasarkan pada capaian pembelajaran (Learning Outcome) yang sesuai dengan kebutuhan profil lulusan.

Guna memperdalam mengenai pola dan konten dalam kurikulum yang ada di program studi TI maka adanya workshop kurikulum perlu dilakukan guna menjaring, memperdalam dan memperkuat kurikulum prodi TI agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan workshop kurikulum prodi TI yang berbasis KKNI telah dapat dilaksanakan sesuai dengan agenda rencana, dengan topic “ Bedah Pola dan Konten TI Untuk Kurikulum 2015 KKNI Prodi TI ”, pada tanggal 7-8 April 2016 dengan Narasumber di hari pertama Prof. Dr.rer.nat. Achmad Benny Mutiara, SSi, SKom dan Prof. Dr. Teddy Mantoro. Kedua Profeso ini sangat adalah tokoh dan pejabat APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer). Terimakasih prodi ucapkan kepada kedua narasumber atas masukan dan sarannya untuk kebaikan kurikulum prodi TI, Bapak Ibu Dosen yang telah hadir, dukungan Dekanat FST, TU dan Keuangan serta tim mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kebaikan dan kemajuan dapat terwujud. Amin.

Workshop Kurikulum Prodi TI KKNI 2015 1 Workshop Kurikulum Prodi TI KKNI 2015 2 Workshop Kurikulum Prodi TI KKNI 2015 3 Workshop Kurikulum Prodi TI KKNI 2015