FST UIN Jakarta dan BAKTI Komdigi Perkuat Literasi Digital Pesantren melalui Pelatihan Digital Marketing dan Personal Branding Berbasis AI pada Pesantren
Pelatihan “Digital Marketing dan Personal Branding berbasis Artificial Intelligence (AI) di Pesantren Penerima Manfaat Infrastruktur BAKTI” merupakan program kerja sama swakelola antara BAKTI Komdigi dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bertujuan menjembatani ketersediaan infrastruktur TIK dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin–Jumat, 17–21 November 2025.
Tahap awal pelaksanaan diawali dengan pengumpulan data dari 277 pesantren penerima manfaat BAKTI yang tersebar di empat provinsi, yaitu Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 113 pesantren berhasil mengirimkan peserta untuk mengikuti pelatihan.
Kegiatan resmi dibuka pada 17 November 2025 dengan rangkaian sambutan, diawali laporan Ketua Pelaksana Khodijah Hulliyah, Ph.D., dilanjutkan sambutan Direktur Utama BAKTI Komdigi oleh Fadhillah Mathar, perwakilan Kementerian Agama RI Direktorat Pondok Pesantren oleh Dr. H. Basnang Said, M.Ag., serta sambutan dari Dekan FST UIN Jakarta, Prof. Husni Teja Sukmana, M.Sc., Ph.D. Setelah pembukaan, pelatihan langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi hari pertama.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif yang meliputi Pengantar Digital Marketing dan Branding, Strategi Konten dan Alur Kerja AI untuk Marketing, Perencanaan Kampanye Digital dan Analisis, Pembuatan Landing Page dan Pengukuran Kinerja, serta Penyusunan Portofolio dan Persiapan Sertifikasi BNSP.
Program ini menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi peserta. Rata-rata nilai post-test meningkat dari 83,49 (kategori Baik) menjadi 89,6 (kategori Baik Sekali), yang menandakan peningkatan pemahaman konsep dan kemampuan penerapan praktis. Dari 183 peserta aktif, dipilih 100 peserta terbaik untuk mengikuti proses sertifikasi BNSP. Hasilnya, 60 peserta dinyatakan Kompeten (K) dan 40 peserta Belum Kompeten (BK), dengan kendala utama berupa persyaratan administratif dan gangguan teknis selama asesmen daring.
Pelatihan ini memberikan dampak nyata bagi pesantren, terutama dalam pengelolaan media sosial untuk dakwah dan promosi, penguatan personal branding pengelola pesantren sebagai wajah digital institusi, serta pemanfaatan AI dalam produksi konten dan perencanaan kampanye digital. Ke depan, program ini direkomendasikan untuk dikembangkan melalui pelatihan lanjutan, penguatan komunitas belajar digital, serta replikasi di pesantren lainnya sebagai model peningkatan literasi digital berbasis AI yang inklusif dan berkelanjutan.


