Peserta Asesmen Calon Pimpinan Tinggi Kemenag Menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Saintek News (10/6) – Menteri Agama Fachrul Rozi membuka Pelaksanaan Asesmen Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Agama Tahun 2020 se-Indonesia yang digelar secara daring di gedung Pusat Laboratorium Terpadu (PLT) UIN Jakarta, Rabu (10/6/2020). Hadir pada acara pembukaan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Saifuddin, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Ahmad Rodoni, serta Plt Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Khairunas.

Hadir juga para pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) antara lain Dekan Lily Surraya Eka Putri, Wakil Dekan Bidang Akademik Nashrul Hakiem, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Nani Radiastuti, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fahma Wijayanti, Kepala Bagian Tata Usaha Encep Dimyati, serta Kepala Pusat Laboratorium Terpadu (PLT) Qurrotul Aini.

Protokol Kesehatan PLT FST UIN Jakarta
Protokol Kesehatan PLT FST UIN Jakarta

Pada akhir masa pandemic Covid-19 ini, dalam melaksanakan aktivitas di UIN Jakarta termasuk asesmen calon Pimpinan Tinggi Kemenag ini tetap diterapkan protokol kesehatan sesuai yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan antara lain penyedian hand sanitizer yang diproduksi sendiri oleh PLT FST UIN Jakarta.

Selain itu, ada hal cukup menarik para Pimpinan beserta peserta yang harus melewati gerbang FreeCo Automatic Sterilizer. FreeCo merupakan sebuah gerbang dengan tinggi empat meter dan lebar tiga meter yang ditempatkan di gerbang masuk UIN Jakarta. FreeCo dibentuk atas saran Dekan ini dibuat oleh Team Robotics dari Program Studi Teknik Informatika.

Gerbang FreeCo Automatic Sterilizer FST UIN Jakarta
Gerbang FreeCo Automatic Sterilizer FST UIN Jakarta

Terdapat beberapa sprinkle yang akan menyemprotkan cairan disinfektan saat dilewati. Cairan disinfektan ini berisi campuran air dan cairan antiseptic Dettol dengan perbandingan maksimum 25 ml cairan Dettol untuk 1 liter air.

Untuk kendaraan yang melewati diharusan mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan seperti pejalan kaki harus menggunakan pelindung bagian wajah, tidak boleh merokok/ menyalakan api. Sementara kendaraan motor yang melintas perlu memperlambat kecepatan hingga 5 km/ jam. (Nenny)

You may also like...