Saintek News (22/10/2022) Departemen Rohis Himka Fakultas Sains dan Teknologi menyelenggarakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) kelahiran atau maulid Nabi Muhammad saw dengan tema “Ciptakan Ukhuwah Dalam Perjuangan Dakwah Rasulullah” yang dilaksanakan pada hari Sabtu (22/10/2022). Acara ini berisikan lomba-lomba dan pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan yang disampaikan oleh Siti Saadah selaku Master of Ceremony (MC), kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabilah Amanda. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari Anggi Amiruddin selaku Ketua Pelaksana dan sambutan yang kedua dari Rafi Naufaldi Haykal selaku Ketua Himka.

Ketua himka mengharapkan pembacaan Tawasul, Kitab Maulid Al-Barzanji, dan Mahalul qiyam yang telah dilaksanakan dapat memberikan pemahaman kepada semua dan mengingat kembali hari lahirnya Rasulullah SAW.

Pembacaan Tawasul, Kitab Maulid Al-Barzanji, dan Mahalul qiyam dipimpin oleh santri dari Pondok Pesantren BESQ yang dilanjutkan dengan kultum. Kultum disampaikan oleh Ustadz Zulkarnain mengenai pedoman hidup dan rezeki. Dalam pemaparan materi tersebut beliau membahas: “Sesungguhnya setiap inci ketaatan ibadah yang kita lakukan sangat berharga dan dihitung nilainya. Allah tidak meninggalkan kita walaupun sekejap mata. Kepadanya kita bersyukur, dan kepadanya tempat kita bergantung”

“Nabi sempurna dan paripurna yang diutus dalam kehidupan kita, dihidupkan bukan tanpa sebab. Akan tetapi diutusnya dalam kehidupan kita sebagai contoh, kita tidak butuh contoh lain selain rasul. Karena kita diperintahkan untuk mencintainya dan fasih bersholawat kepadanya. Hakikat cinta kepada nabi adalah disaat kita mencontoh setiap perilakunya. Sesungguhnya ridho Allah adalah ridho orang tua. Guru bukan orang tua, tapi guru adalah orang tua yang mengarahkan kita ke dalam surganya Allah”

“Rezeki batiniah adalah rezeki yg tidak tampak. Contohnya ilmu dan mengenal Allah. Untuk membuktikan rezeki sudah diatur Allah. Sebelum kita lahir, rezeki sudah ditetapkan, untuk itu kita tidak merisaukan rezeki yang akan didapatkan. Suatu kisah ada seorang ulama berjalan ke gunung, dan tidur di gua. Datang hujan begitu lebat, dan ada satu kelompok yang mencari tempat teduh, dan mereka ke gua. Dan menemukan seorang ulama tersebut. Mereka memberikan salam dan tidak menjawab. Ulama tersebut sudah kelaparan, dihidangkan makanan dan disuruh makan oleh kelompok tersebut. Ulama tersebut tidak memakannya. Karena sudah sangat lemas dan tidak sanggup makan, dibukakan mulutnya dan dimasukkan makanan dan bangun menceritakan maksud dan tujuan beliau. Karena itu, rezeki merupakan hal yg sudah tentu adanya dan sudah ditetapkan sebelum kita lahir.”

Setelah kultum tersampaikan, dilakukan sesi games yang dipandu oleh Siti Saadah selaku Master of Ceremony (MC) dilanjut dengan pengumuman pemenang lomba dan penutup oleh MC.(himka/admin)